Pasang Iklan Anda

Pasang Iklan Anda
Situs ini kami sewakan kepada anda pengusaha sewa mobil di Medan

Jumat, 17 Oktober 2014

Dampak Sinabung, Produksi Pangan Berkurang 30%

DEBU vulkanis Gunung Sinabung telah mengancam lahan pertanian seluas 2.959 hektare di Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut).Dampaknya tanaman pangan di wilayah Sumut bisa gagal panen. Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengingatkan kabupaten/kota di Sumut ikut membantu Kabupaten Karo mengatasi dampak debu vulkanis yang telah menempel di hampir seluruh tanaman pangan di wilayah itu.

“Caranya dengan memberikan bantuan armada pemadam kebakaran (damkar) untuk menyemprot permukaan tanaman yang terancam gagal panen akibat tertutup debu vulkanis,“ kata Gatot saat meresmikan Galeri Manggandong pada peringatan Hari Pangan Sedunia di Kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, kemarin.

Dia menambahkan saat ini pemerintah dan relawan sedang menggerakkan penyemprotan permukaan tanaman. Gatot yang baru saja meninjau langsung areal pertanian dan pengungsian warga di Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung, menjelaskan selain penyemprotan tanaman, operasional damkar juga diperlukan untuk membersihkan fasilitas umum seperti jalan, sekolah dan perumahan warga masyarakat.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumut, M Roem, menambahkan debu vulkanis bisa menyebabkan berkurangnya produksi pangan di areal lahan pertanian di wilayah itu. “Sampai saat ini memang belum ada yang puso, tetapi paling tidak akan terjadi pengurangan produksi sebanyak 30%,“ ujar Roem.

Areal lahan tanaman pangan yang terdampak debu vulkanis terbagi menjadi 35 ha tanaman pangan dan 2.924 ha tanaman hortikultura. Untuk tanaman hortikultura rinciannya ialah 2.063 ha sayuran, 860 ha buah, 1 ha tanaman hias, dan 7.500 pot tanaman. Adapun tanaman hortikultura yang rusak ialah jeruk, stroberi, markisa, tomat, wortel, cabai keriting, kembang kol, kentang, sawi, lobak, terong, buncis, kangkung, dan seledri. Tanaman pangannya berupa ubi jalar seluas 13 ha dan padi gogo seluas 22 ha.

Debu vulkanis Sinabung telah menutupi areal pertanian di lima kecamatan, yakni Kecamatan Namanteran (364 ha), Payung (50 ha), Berastagi (389 ha), Merdeka (1401 ha), dan Dolat Rakyat (651 ha). (PS/N-4) Media Indonesia, 16/10/2014, halaman 11